TAWURAN PELAJAR, HILANGNYA TELADAN YANG PATUT DITIRU

Posted: March 28, 2013 in Uncategorized

Tawuran-Pelajar

Tawuran merupakan suatu kegiatan perkelahian atau tindak kekerasan yang dilakukan oleh sekelompok atau suatu rumpun masyarakat. Di Indonesia sendiri tawuran telah menjadi tradisi, atau bahkan budaya. Prilaku menyimpang ini biasanya diakibatkan oleh masalah sepele atau bisa saja disebabkan oleh hal-hal serius yang menjurus pada tindakan bentrok.

Tawuran sering terjadi dikalangan, pelajar, mahasiswa dan warga desa. Maka tak heran jika kita sering menjumpai aksi perkelahian masal ini di jalan, khususnya diwilayah ibukota. Entah maksud dari para pelaku tawuran tersebut. Aksi negatif ini banyak sekali menimbulkan kerugian, yakni seperti mengganggu ketertiban, dan keamanan umum. Bahkan dari aksi tawuran ini tak sedikit banyak korban luka hingga korban tewas yang berjatuhan.

Berdasarkan banyaknya kasus-kasus tawuran antar pelajar yang terjadi belakangan ini, saya berpendapat bahwa tawuran yang terjadi antar pelajar tersebut tidak seharusnya terjadi. Pelajar merupakan orang-orang terdidik yang seharusnya menanggapi permasalahan dan persoalan dengan berpikir logis dengan menggunakan akal sehatnya. Seorang pelajar sebagai generasi penerus bangsa seharusnya menyibukkan dirinya dengan pendidikan untuk memajukan bangsanya. Pelajar yang menyibukkan diri dengan pelajaran akan tidak punya waktu untuk melakukan hal-hal negatif seperti tawuran yang marak terjadi belakangan ini.

Menurut pendapat saya, pelajar yang sering melakukan tindak kekerasan seperti perbuatan tawuran tersebut disebabkan karena kurangnya pendidikan pelajar mengenai moral dan sikap tempramental yang tidak terkendali akibat pergaulan. Selain itu, tawuran juga terjadi dikarenakan pengaruh lingkungan sekitarnya. Biasanya orang akan berani melakukan suatu perbuatan bila dilakukan secara berjamaah atau secara bersama-sama. Ajakan teman sangat berpengaruh terhadap teman yang lain. Keberanian akan muncul apabila orang lain atau teman kita juga melakukan perbuatan yang sama. Teman merupakan teladan yang paling mempengaruhi. Ajakan teman lah yang akan paling dituruti daripada orang lain karena takut dikatakan cupu dan tidak punya nyali.

Penyebab tawuran pelajar sekarang ini karena tidak ada contoh, role model, teladan yang dilihat anak. Perilaku para pemimpin bangsa juga tidak menjadi contoh yang baik. Secara makro tawuran antarpelajar karena daur ulang apa yang mereka lihat. Mereka meniru ormas ataupun pemimpin yang juga mempertontonkan kekerasan. Bayangkan, para pelajar yang tergolong masih anak-anak itu mau membunuh. Itu karena mencontoh dari apa yang dilihatnya. Begitu juga dengan tayangan televisi yang leluasa mempertontonkan kekerasan. Berita terakhir, tawuran terjadi antar mahasiswa di Universitas Veteran RI di Makassar yang menelan dua korban jiwa. info lengkap klik disini.

Saya setuju dengan pendapat tersebut. Tawuran pelajar yang terjadi selama ini dikarenakan kurangnya teladan yang baik yang dicotohkan oleh orang-orang di sekitarnya. Tawuran antar sekolah terjadi karena biasanya sudah ada dendam antar pelajar dan hal tersebut berlangsung secara turun temurun dari senior mereka. Senior seharusnya memberikan panutan yang baik kepada adik kelasnya karena di sekolah merekalah yang menjadi panutan dan teladan bagi adik kelasnya. Namun yang terjadi di lapangan, seniorlah yang mempertontonkan kekerasan sehingga itualah yang menjadi panutan adik kelas, hal tersebut merupakan salah satu faktor mengapa  kekerasan atau tauran antar pelajar tidak pernah berakhir dan marak terjadi, bahkan dari tahun ke tahun angka terjadinya tawuran antarpelajar berdasarkan data yang saya peroleh selalu meningkat setiap tahunnya.

Perilaku para pemimpin bangsa juga tidak memberikan teladan atau contoh yang baik bagi rakyatnya. Perilaku para anggota DPR yang melakukan kekerasan pada saat rapat paripurna yang dikarenakan perbedaan pendapat yang sekarang ini banyak dipertontonkan juga merupakan salah satu faktor penyebab hilangnya moral rakyat. Pemimpin seharusnya menjadi teladan bagi rakyatnya, apabila teladan yang diberikan oleh para pemimpin bangsa sudah buruk, bagaimana dengan bangsanya?

Selain itu, orang tua juga berpengaruh dalam proses pendidikan anak. Anak-anak yang terlahir dari orang tua yang notabene dalam keadaan“broken home” biasanya memiliki perilaku yang kurang baik. Hal tersebut didapat anak karena teladan yang diberikanoleh orang tua tidak baik. Kedua orang tua yang bertengkar, berkelahi dan seringkali mengeluarkan kata-kata yang tidak baik di depan anak akan mempengaruhi mental anak tersebut dan anak akan meniru perilaku tersebut. Seperti apa yang pernah saya dengar, bahwa anak merupakan peniru yang baik. Apabila apa yang ia lihat adalah hal yang baik maka ia akan meniru yang baik tersebut, namun apabila yang ia lihat adalah perilaku yang buruk maka perilaku yang buruk itulah yang akan ditiru oleh anak dan terbawa hingga ia remaja dan dewasa. Hal tersebut menunjukkan bahwa lingkungan keluarga juga sangat mempengaruhi terhadap perilaku anak. Oleh karena itu, apabiala dalam satu keluarga saja sudah melakukan kekerasan, apalagi dalam masyarakat luas.

“Banyak hal yang melatarbelakangi tawuran siswa. Salah satunya adalah akibat degradasi teladan guru-guru. Guru kini merasa tugasnya hanya mengajar di kelas. Sudah tidak ada lagi figur guru yang mendidik dan memberi teladan para siswanya,” ujar Sosiolog Musni Umar kepada detikcom, Senin (20/9/2011) malam. Musni menyayangkan hal ini. Menurutnya, di Jabodetabek, guru-guru sekolah negeri digaji dengan layak. Selain gaji sebagai PNS, ada tunjangan dari Dinas Pendidikan. Masih ditambah lagi pendapatan lain dari penjualan buku, atau tunjangan lain dari internal sekolah.  “Sayang meningkatnya kesejahteraan itu tidak diikuti dengan semakin tingginya rasa kepedulian pada siswanya,” jelas Musni yang pernah menjadi Ketua Komite Sekolah SMAN 70 Jakarta ini. lihat beritanya disini.

Guru adalah teladan bagi murid-muridnya. Guru yang baik tidak hanya mengajar di kelas, tetapi membimbing murid-muridnya di luar sekolah. Saat teladan guru hilang, siswa sekolah pun menjadi beringas. Buntutnya, tawuran pun kerap terjadi. Pernyataan Musni diatas menggambarkan betapa pentingnya peran guru bagi pembentukan moral pelajar dan peserta didik lainnya. Banyaknya guru yang menampilkan adegan kekerasan di hadapan muridnya yang sedang marak pada saat ini dimana guru menghukum murid dengan memukul hingga masuk rumah sakit juga memberikan teladan yang kurang baik terhadap murid. Oleh sebab itu hal tersebut mempengaruhi mental murid sehingga sikap guru tersebut menjadi tiruan bagi pelajar untuk tidak segan-segan melakukan tindak kekerasan pula yakni dalam bentuk tawuran antar pelajar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s