GLOBALISASI

Posted: March 3, 2013 in Uncategorized
  1. A.    Pengertian Globalisasi

Globalisasi adalah suatu proses antara individu, kelompok maupun negara dalam melakukan interaksi, kebergantungan dan saling memenuhi serta mempengaruhi satu sama lain. Globalisasi merupakan fenomena yang dialami oleh seluruh masyarakat dunia. Pada saat ini semua orang, kelompok, bahkan Negara tidak dapat berdiri sendiri. karena setiap Negara memiliki kekurangan dan keunggulan masing masing. Dalam fenomena globalisasi terjadi seiring kemajuan dan berkembangnya teknologi. Setelah perang dunia kedua selesai, banyak Negara yang merdeka. Negara-negara tersebut membangun pemerintahan dan melakukan pembangunan di bidang yang mereka ungguli, misalnya pertanian , sumber daya alam dan sumber daya manusia. Tetapi tidak semua Negara memiliki semuanya, Negara-negara tersebut harus melakukan diplomasi, kerjasama dan perdagangan antar Negara. Sehinga akhirnya globalisasi terjadi (http://noshagustinugraha.wordpress.com/2012/01/10/masyarakat-dalam-menghadapi-globalisasi-2/).

Seperti yang kita tahu bahwa globalisasi adalah proses komplek yang digerakan oleh berbagai pengaruh sehingga mengubah kehidupan sehari-hari terutama dinegara berkembang, dan pada saat yang sama ia menciptakan sistem- sistem dan kekuatan trans nasional baru.

Globalisasi juga menimbulkan berbagai dampak yang merupakan permasalahan global. Dampak dari globalisasi tersebut itu adalah:

  1. Dampak jangka pendek, yaitu;

–   Dampak negatif globalisasi yang terlihat/ terdetek; yaitu dampak buruk yang dapat dihindari sebelum itu terjadi.

–   Dampak positif globalisasi yang terlihat/ terdetek; yaitu dampak positif/baik yang dapat diperkirakan sebelum itu terjadi.

  1. Dampak jangka panjang, yaitu;

–   Dampak negatif globalisasi yang tidak terlihat/ tidak terdetek; dampak buruk yang tidak diperkirakan dan tidak dapat dihindari sebelumnya. Dampak tersebut baru disadari setelah efek buruknya terjadi.

–   Dampak positif globalisasi yang tidak terlihat/ tidak terdetek; dampak positif/baik yang tidak dapat diperkirakan sebelumnya. Dampak tersebut baru disadari setelah menguntungkan peradaban.

Oleh sebab itu sudah sepatutnya penjelasan mengenai masalah globalisasi harus ditekankan, karena perbedaan pendapat mengenai dampak globalisasi sudah sering terjadi di masyarakat kita dewasa ini.

  1. B.     Masalah globalisasi

Globalisasi menawarkan sebuah pusat sistem yang bernama “sistem global”. Sistem global disini diartikan mencangkup keseluruhan bidang, termasuk di dalamnya yaitu bidang sosial, politik, budaya, dan ekonomi. Kita seharusnya melihatnya sebagai keuntungan yang terselubung. KarenajJika diamati, sistem global sebenarnya menawarkan sesuatu yang lain. Globalisasi tidak saja sebagai penaklukan baru, tetapi juga kemerdekaan baru. Artinya, globalisasi juga memberikan ruang kebebasan bagi kita sebagai bangsa Indonesia untuk mampu mengambil tenaga serta bahan dari sumber-sumber sistemasi lain. Hal inilah yang menjadikan Indonesia semakin merdeka dari sebelumnya.

Sebagian besar dari kita merasa takut akan dampak negatif dari globalisasi. Meskipun pemikiran- pemikiran seperti itu sudah banyak diterima di semua kalangan, baik kalangan umum, atau pun kalangan intelektual seperti mahasiswa. Namun, tidak ada seorangpun yang dapat memastikan masa yang akan datang. Manusia hanya dapat mengira-ngira dampak dari sesuatu tersebut baik atau buruk hanya dalam segi teoritis. Dalam prakteknya segi teoritis ini tidaklah mutlak dapat mengendalikan keadaan sesuai perencanaan di dalamnya.

Bisa saja terjadi, apa yang kita anggap akan menimbulkan pengaruh negatif malah dapat menimbulkan pengaruh positif. Ataupun sebaliknya yang kita perkirakan menimbulkan pengaruh positif malah dapat menimbulkan pengaruh negatif.
Terkait dengan pemikiran “untuk mengatasi/menghindari dampak negatif dari globalisasi” tersebut, sebenarnya kita tidak perlu memikirkannya. Karena itu hanya akan membuat kita takut menghadapi kenyataan era Globalisasi saat ini. Dan rasa takut tersebut langsung atau tidak langsung akan mempengaruhi choice/ pilihan kita terhadap globalitas innovation sehingga menimbulkan inovasi terbatas terhadap perkembangan pembangunan yang berkelanjutan (dalam hal ini “globalisasi”).

Memang “dampak negatif dari proses globalisasi” merupakan salah satu “masalah globalisasi”. Akan tetapi yang perlu ditekankan bukanlah perhatian kita kepada dampak negatif globalisasi, sebab dampak negatif globalisasi bukanlah satu- satunya masalah globalisasi. Dampak positif globalisasi pun merupakan suatu masalah globalisasi untuk jangka panjang.

Kenapa dampak positif juga dikatakan merupakan masalah globalisasi untuk jangka panjang. Sekarang contoh salah satu dampak positif globalisasi berkaitan dengan IPTEK yaitu menyangkut penemuan sumber energi baru. Misalnya penemuan solusi pengganti BBM menggunakan minyak singkong untuk menggerakan kendaraan bermotor, solusi pengganti gas LPG/ minyaktanah dengan air oksida untuk memasak dan penemuan buah nanas sebagai bahan dasar detergen untuk mencuci pakaian,dll.

Pada contoh diatas, sebagian dari sumber energi baru yang ditemukan dapat digolongkan sebagai sumber energi nabati, ternyata juga merupakan sumber dari bahan baku untuk pemenuhan kebutuhan pangan. Seperti yang kita tahu, globalisasi semakin lama semakin meningkat dan cepat. Jika kita berpikir secara kritis maka dalam contoh dampak positif globalisasi diatas yang berkaitan dengan IPTEK tersebut akan dapat menimbulkan masalah di masa yang akan datang(masalah jangka panjang).

Kalau itu sungguh terjadi maka manusia akan mengalami masa “Suffocation”(mati lemas/ kekurangan nafas), maksudnya disini yaitu manusia akan mengalami masa dimana semua sistem era baru telah di coba dan tidak ada lagi sistem mengenai era yang baru yang dapat diterapkan. Maka akan terjadi pembodohan era.

Oleh karena itu pokok inti yang patut kita permasalahkan bukan dampak negatif globalisasi(pengaruh buruk globalisasi yang terlihat), akan tetapi yang perlu kita pikirkan yaitu mengenai permasalahan globalisasi(semua pengaruh dari akibat globalisasi yang terlihat). Dan yang patut kita pertanyakan bukanlah cara mengatasi masalah globalisasi, namun seharusnya pertanyaan kita adalah bagaimana cara mengatur dan mengarahkan masalah globalisasi sehingga menguntungkan bagi kita sebagai bangsa Indonesia(http://vinagustiana9c.blogspot.com/2011/02/masalah-globalisasi.html).

Meskipun demikian umat manusia di era globalisasi sekarang ini juga menghadapi berbagai tantangan permasalahan peradaban yang tidak sedikit dan bahkan berpotensi untuk mengancam jalannya pembangunan berskala global untuk tercapainya kemaslahatan umat manusia. Meskipun pendapatan dunia itu meningkat, namun harus diakui bahwa kesenjangan antara kelompok manusia dengan kesejahteraan yang tinggi dengan kelompok manusia dengan kesejahteraan rendah semakin lebar. Data dari UNDP memaparkan bahwa di tahun 2006, sebanyak 2% dari orang-orang terkaya di dunia menguasai 50% sumber daya di seluruh dunia dan analisa dari majalah Fortune 500 edisi akhir tahun 2006 pernah menyatakan bahwa penghasilan bersih dari 225 orang terkaya di dunia hampir sama dengan pendapatan nasional dari 40% negara miskin dan negara berkembang yang ada di seluruh dunia.

Pada intinya secara umum permasalahan globalisasi memiliki dua sifat yaitu:
Unsur interelasi yang sangat kuat, artinya permasalahan globalisasi itu, sangat berpautan erat antara satu negara dengan beberapa negara lain. Meskipun masalah- masalah itu pada mulanya dijumpai hanya di satu atau beberapa negara akan tetapi lambat laun akan terjadi di seluruh negara di berbagai belahan bumi. Apalagi dengan kemajuan teknologi transportasi dan teknologi telekomunikasi dan informasi yang telah menyebabkan interaksi antar manusia baik secara nyata maupun maya semakin meningkat, maka penyebaran dari permasalahan globalisasi itu diperkirakan akan semakin cepat.

Keterjangkauan berskala global (global coverage), artinya permasalahan globalisasi itu, dapat menyebar ke seluruh dunia, dan memberikan dampak yang juga berskala dunia/global. Harus diakui bahwa kemajuan teknologi informasi, telekomunikasi, dan transportasi berperan besar untuk mendiseminasikan permasalahan globalisasi itu ke berbagai belahan bumi.

Dengan adanya dua sifat itu, maka dapat dikatakan bahwa gejala keterhubungan (interconnectedness) antara berbagai masalah globalisasi dengan hubungan antar bangsa telah semakin meningkat, dan hal itu sebenarnya adalah sebuah konsekuensi logis dari globalisasi yang memang pada akhirnya akan membawa manusia untuk menjadi semakin mudah dan semakin sering berinteraksi. Namun di pihak lain, sifat jangkauan global dan dampak masalah globalnya juga harus diwaspadai http://vinagustiana9c.blogspot.com/2011/02/masalah-globalisasi.html).

 

  1. C.    Masyarakat dalam Menghadapi Globalisasi

Masyarakat Indonesia adalah masyarakat sangat ramah,menghargai perbedaan, menghormati antar sesama dan berakhlak baik. Dalam menyelesaikan masalahpun masyarakat Indonesia selalu dengan musyawarah ,sehingga mencapai persetujuan yang sama. tetapi sekarang masyarakat indonesia sangat berbeda dengan apa yang saya sebutkan tadi. Saat ini masyarakat Indonesia mengalami krisis moral sehingga mereka berpikir pendek, tidak menghargai perbedaan, sangat labil emosinya dan malas. Hal ini terjadi dikarenakan masyarakat sulit menyaring informasi dari media seperti TV, Internet dan lain lain. Informasi yang baik dan buruk mereka terima begitu saja dan di aplikasikan di kehidupan mereka. Faktor lainnya , dikarenakan pembangunan ekonomi yang tidak merata, hidup tidak sejahtera dan kurangnya perhatian orang tua terhadap anaknya.

Akibat adanya globalisasi pada teknologi terdapat dampak buruk dan baik sehingga kita perlu berhati hati. Kita perlu waspada terhadap informasi yang kita terima. Tidak semua informasi harus kita terima begitu saja dan dilakukan di kehidupan. banyak budaya luar yang seharunya kita tidak dapatkan, misalkan gaya hidup yang kurang baik, etika berbicara yang kasar, mengikuti mode pakaian yang terlalu terbuka dan lain lain yang menyebabkan hilangnya budaya pancasila dan aturan agama yang diabakan, hal ini sudah di rasakan dengan fakta fakta yang terjadi dilingkungan kita misalnya dimanfaatkan teknologi informasi sebagai sarana untuk melakukan penipuan, melakukan penghinaan terhadap agama/SARA, pornografi dan mempelajari hal yang tidak baik. Hal itu disebabkan kemajuan teknologi pada sistem jaringan yang tidak di saring informasi buruknya. Dampak baik adanya globalisasi, komunikasi dapat dilakukan dengan cepat. Teknologi selalu berkembang dengan pesat, komputer dan handphone sebagai sarana nomor satu dalam mencari informasi, pemahaman masyarakat terhadap internet semakin tinggi dalam jaringan serta pemanfaat komputer dan sistemnya, semakin kreatifnya anak bangsa dalam melakukan proses pembelajaran, mempermudah pekerjaan misalnya internet banking, membeli barang, bersosialisasi, mencari pekerjaan dan info lainnya.

Manusia yang baik adalah manusia yang memahami apa yang baik dan buruk bagi orang lain sehingga menghindari yang buruk dan mencari hal yang baik demi mendapatkan lingkungan yang sejahtera bagi orang lain dan dirinya . Namun dengan berkembangnya teknologi misalnya sistem komputer , teknologi informasi dan globalisasi yang sudah ada sejak dahulu. Banyak dimanfaatkan masyarakat untuk hal yang kurang bermanfaat dan tidak baik. Dalam menghadapi informasi yang kita dapatkan, kita harus mencerna dan membiasakan diri mencari informasi seakan akan untuk mencari pengetahuan dan ilmu

Untuk mewujudkan hal tersebut maka kita harus mengetahui dampak yang akan terjadi jika melakukan hal yang negatif  akibat dari informasi yang tidak baik. Selain itu peran orang tua juga sangat penting oleh sebab itu sebaiknya orang tua lebih memahami teknologi komputer dan internet dari pada anaknya, agama serta pendidikan juga sangat penting. Dengan mempelajari agama dan memperbanyak waktu untuk belajar  maka seseorang akan lebih fokus kepada kegiatannya . dengan kegiatan tersebut masyarakat indonesia akan menjadikan masyarakat yang cerdas bukan hanya kecerdasan IQ nya saja,namun kecerdasan ESQ pun akan tinggi, sehingga akan dapat menyaring informasi yang buruk dan mengambil informasi yang baik saja.

Jadi dengan fenomena Globalisasi interaksi antara manusia, manusia dengan informasi, yang menyebabkan manusia terpengaruh oleh informasi tersebut akan berkurang bahkan tidak ada jika kita menerapkan kegiatan agama, pembelajaran dan bimbingan orang tua. Dalam hal kemajuan teknologi juga kita harus mendidik anak bangsa agar memanfaatkannya dengan baik, alangkah baiknya jika sekolah-sekolah memberi edukasi menghadapi dunia era Globalisasi dan kemajuan teknologi informasi yang selama ini tidak pernah dan jarang dilakukan oleh lembaga pendidikan.

Dengan demikian dalam menghadapi Globalisasi demi menjaga budaya, perilaku dan jiwa kita harus menjadi orang yang cerdas dalam mendapatkan informasi agar tidak terpengaruh budaya kurang baik. Oleh sebab itu dibutuhkan usaha dari pemerintah, masyarakat dan dari diri kita sendiri.Agar dapat memanfaatkan teknologi yang sangat modern dan canggih dengan sebaik baiknya(http://noshagustinugraha.wordpress.com/2012/01/10/masyarakat-dalam-menghadapi-globalisasi-2/).

Dalam menghadapi era globalisasi kita tidak perlu takut karena globalisasi adalah keniscayaan, suatu kondisi yang tidak dapat kita hindari. Kita harus berpartisipasi mendidik masyarakat untuk siap menghadapi globalisasi dengan melihat dunia sebagai tantangan.Karena dengan adanya globalisasi banyak keuntungan yang akan diperoleh oleh negara-negara berkembang seperti Indonesia. Selain itu, dengan adanya globalisasi masyarakat Indonesia akan menjadi lebih giat dalam berinovasi.

Dalam tatanan dunia global sekarang ini hal yang paling perlu untuk diperhitungkan adalah menjadikan proses inovasi terbuka itu sebagai karena pembelajaran, sehingga dapat diperoleh manfaat sebanyak mungkin. Tanpa adanya pembelajaran maka suatu bangsa hanya akan memperoleh manfaat yang terbatas dari proses inovasi terbuka atau bahkan globalisasi itu sendiri.

Termasuk juga dalam kawasan globalisasi kebudayaan, globalisasi kebudayaan memang merupakan universalisme kebudayaan, namun universalisme yang tertuang dalam globalisasi tetap mempunyai sebuah sistem yang mengatur dan mengarahkannya, sehingga globalitas kebudayaan tersebut tidak menimbulkan pertentangan dari teori relativisme dari kaum radikal yang menganggap sesuatu yang baru muncul pada era globalisasi akan benar-benar mengubah dunia secara radikal dan menghancurkan kebudayaan-kebudayaan lokal(di Indonesia yang merasa ter-eksploitasi kebudayaan timurnya).

Daftar Pustaka

Agustiana, Vina. 23 Februari 2011. Masalah Globalisasi. Diakses di http://vinagustiana9c.blogspot.com/2011/02/masalah-globalisasi.html/ pada tanggal 28 desember 2012

Nugraha, Noshagusti. Januari 2012. Masyarakat Dalam Menghadapi Globalisasi. Diakses di http://noshagustinugraha.wordpress.com/2012/01/10/masyarakat-dalam-menghadapi-globalisasi-2/ pada tanggal 28 desember 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s